Selasa, 27 Juli 2021

Dibiarkan Begitu Saja Tanpa Diberi Makan, Sengsaranya Kehidupan Beruang Yang Buta

Dibiarkan Begitu Saja Tanpa Diberi Makan, Sengsaranya Kehidupan Beruang Yang Buta

KORANBIBIR - Aktivis pencinta hewan tengah berusaha membebaskan seekor beruang buta berusia renta yang dijuluki 'paling menyedihkan di dunia' setelah menghabiskan hampir seluruh hidupnya di balik jeruji besi.

Menurut International Animal Rescue (IAR), sejak ia masih kecil. Nelson si beruang coklat telah tinggal di kandang kecil dan kotor, ia hampir tidak menerima air dan makanan.

Penduduk setempat mengklaim para penculiknya di Armenia bahkan mangabaikan kebutuhannya sepenuhnya selama beberapa hari, sampai akhirnya menawarkan nutrisi yang cukup untuk bertahan hidup.

Seolah-olah Nelson belum cukup menderita dengan mematahkan giginya pada jeruji yang menahannya, beruang itu dilaporkan menderita radang sendi dan kehilangan penglihatannya sejak dua tahun lalu.

Tanpa tempat untuk berolahraga, Nelson tampaknya lelah mondar-mandir di tempat yang sama.

"Beruang malang ini telah menjalani hukuman seumur hidup 30 tahun di balik jeruji besi. Dia telah menderita siksaan mental dan fisik seumur hidup yang dikurung di dalam kandang kecil yang tandus tanpa apapun untuk adanya hiburan atau mengalihkan perhatian," ucap Kepala Eksekutif IAR, Alan Knight, melansir Dailystar.


"Dia telah mondar-mandir begitu lama dan giginya patah karena menggerogoti jeruji kandang. Sekitar dua tahun yang lalu, hewan malang itu menjadi buta. Dia kesakitan karena arthritis dan sekarang juga hidup dalam kegelapan," tambahnya.

Tekanan untuk membebaskan Nelson dari kondisinya yang mengerikan di Armenia meningkat dari badan amal yang berbasis di Inggris, IAR dan mitranya di Armenia, Foundation for the Preservation of Wildlife and Cultural Assets (FPWC).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin, IAR ingin pemerintah Armenia memaksa Armen Tadevosyan si penculik beruang untuk menyerahkan beruang itu.

"Hukuman seumur hidup beruang tidak boleh dibiarkan menjadi hukuman mati. Masih ada waktu baginya untuk mengetahui kebaikan dan kasih sayang," kata Knight.


"Kami meminta pemerintah Armenia untuk menunjukkan pengampunan kepada beruang ini dengan mengizinkan kami menyelamatkannya selagi masih ada waktu. 'pemiliknya' mengaku mencintai beruang itu, tetapi mencintai seekor binatang berarti merawatnya dengan baik dan memberina makan, tidak membiarkannya hidup dalam kemelaratan dan penelantaran." terangnya lagi.

Pada 2017, IAR dan FPWC bekerja sama untuk meluncurkan The Great Bear Rescue dengan ambisi untuk merumahkan kembali semua beruang yang dikurung di Armenia.

Menurut pernyataan itu, koalisi telah membebaskan 30 beruang tapi masih mencurigai masih ada 50 lainnya yang membutuhkan bantuan.

Pendisi sekaligus direktur FPWC, Ruben Khachatryan mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan izin pemerintah setempat utnuk menyelamatkan beruang tua malang itu sehingga ia dapat menghabiskan sisa hidupnya dalam perawatan.

"Memalukan, orang yang telah membiarkannya hidup selama 30 tahun dalam keadaan yang begitu mengejutkan. Dia pastilah beruang paling menyedihkan di dunia, telah hidup dalam kesakitan dan kegelapan untuk waktu yang sangat lama. Begitu pemerintah menyadari hal ini, ia tidak dapat mengabaikan penderitaan hewan itu," tutur Ruben.

Khachatryan menambahkan, badan amal akan melakukan segala yang mereka bisa untuk membuat masa tua Nelson bahagia.

"Dengan dukungan pemerintah, kami dapat memindahkan beruang ini ke Pusat Penyelamatan Satwa Liar kami dimana beruang kami yang diselamatkan dirawat dengan baik dan belajar untuk menikmati hidup setelah bertahun-tahun menderita," kata dia.

"Dokter hewan kami akan mengobati penyakitnya dan kami bahkan dapat mengetahui apakah penglihatannya dapat dipulihkan. Orang-orang Armenia akan merasa ngeri bahwa seekor hewan disimpan dalam kondisi yang mengerikan dan saya tahu akan bergabung dengan kami untuk meminta pemerintah bertindak segera untuk menyelamatkannya," tutup Khachatryan.
Previous Post
Next Post