Unik Dan Lucu! Model Pakaian Jaman Dulu, Apakah Kamu Tertarik Untuk Dipakai Di Jaman Sekarang
KORANBIBIR - Tren mode gila dari sejarah kehidupan di dunia nyatanya telah mengajarkan beberapa hal tentang pakaian kontemporer dan efeknya. Pertama, orang akan berusaha keras untuk membuktikan posisinya di masyarakat dengan berbagai mode yang mereka ciptakan, dan kedua melebih-lebihkan tersebut adalah kuncinya.
- Gaun Arsenik
Namun yang mengerikannya, untuk mendapatkan warna hijau yang indah ini, para pembuat baju di masa itu menggunakan kain yang diwarnai dengan arsenik dalam jumlah besar. Akibatnya, beberapa wanita penggemar mode ini pun mengalami mual, gangguan penglihatan, hingga rekasi kulit tertntu terhadap pewarna yang berbahaya tersebut, sehingga penggunaan gaun berbahaya namun juga eksotis ini hanya dikenakan pada acara-acara khusus, demi membatasi paparan arsenik dari kain.
Namun sedihnya, selain para penggunanya, korban yang paling banyak dari kehadiran mode gaun hijau arsenik ini adalah para pembuat gaun malang yang tidak menyadari efek berbahaya dari bahan yang mereka kerjakan.
Kenyataan ini pun didukung dari banyaknya catatan para pembuat gaun yang meninggal karena diduga terpapar zat arsenik dari gaun yang mereka buat.
- Makaroni
Pada 1760-an, terdapat mode berpakaian aneh yang muncul di antara para pria aristokrat Inggris yang hobi mengenakan wig besar dengan topi atau bulu kecil di bagian atas kepala mereka. Para pria muda ini mengambil tren berpakaian yang mereka anggap keren dengan alasan untuk memperdalam pengetahuan tentang budaya benua eropa yang ada.
Uniknya kehadiran mode ini justru memunculkan kritik dan ejekan konyol dalam sebuah lirik kuno yang menyebutkan mereka yang menempelkan sehelai bulu di rambutnya dan menganggap dirinya berharga sebagai “Makaroni”.
Namun terlepas dari ejekan dan sindiran yang ada, nyatanya gaya ini sempat menjadi trend dan bertahan hingga dekade berikutnya setelah kehadiran trend ini pertama kalinya.
Inti dari trend Codpiece adalah menonjolkan penampakan bagian penis pada sebuah celana dengan menggunakan balutan kain empuk berbordir hingga potongan logam yang dibuat menyerupai bagian penis tersebut.
Trens satu ini dirancang untuk menarik perhatian, pujian, hingga mengangkat martabat pria saat itu yang beranggapan bahwa "Semakin besar adalah semakin bagus" bahkan ketika panggilan berupa cod yang merupakan bahasa slang dari skrotum untuk trend ini terdengar cukup mesum.
Namun kesukaan yang sama nyatanya tidak datang dari filsuf Prancis terkenal, Michel de Montaigne. Dirinya bahwa menganggap bahwa kehadiran trend codpieces tidak lebih dari omong kosong dan kemunafikan terhadap suatu penampilan.
Michel juga mengingatkan bahwa penggunaan codpieces tidak lebih dari hal mesum dan rendahan yang hanya memamerkan sesuatu yang harusnya tidak dipamerkan.






