Rabu, 10 Juni 2020

Viralnya Pernikah Mbah Gambreng Dengan Pemuda 24 Tahun! Mulai Dari Ejekan Hingga Mengatakan Cinta

Viralnya Pernikah Mbah Gambreng Dengan Pemuda 24 Tahun! Mulai Dari Ejekan Hingga Mengatakan Cinta

KORANBIBIR - Kalimat witing resno jalaran soko kulino (cinta datang karena terbiasa) kurang lebih tepat disematkan bagi pasangan beda usia 40 tahun tersebut. Tri Sutiyem atau Mbah Gambreng, nenek berusia 65 tahun di Ogan Komering llir, Sumatera Selatan menikah dengan pria 24 tahun bernama Ardi Waras.

Pernikahan siri keduanya dilangsungkan pada Jumat (5/6/2020). Cinta di antara mereka tumbuh seiring berjalannya waktu. Bahkan awalnya, Mbah Gambreng hanya menganggap Ardi sebagai anak angkatnya.

Selain Ardi, Mbah Gambreng telah mengangkat empat orang anak yang terdiri dari 3 lelaki dan satu perempuan.

"Iyam sudah empat orang anak angkat saya, 3 laki-laki dan 1 perempuan, tiga sudah menikah dan punya rumah tangga sendiri, satu lagi Ardi yang jadi suami saya," kata dia.

Berawal Dari Ejekan Malah Menyatakan Cinta

Mbah Gambreng selama ini bekerja serabutan mengambil upahan karet di lahan milik orang lain. Untuk mencukupi hidupnya, Mbah Gambreng juga berjualan pakaian dan jamu keliling.

Mbah Gambreng mengenal Ardi kurang lebih sejak satu tahun yang lalu. Pemuda 24 tahun bernama Ardi itu adalah seorang penari di grup kesenian kuda lumping. Sedangkan Mbah Gambreng adalah salah satu pengurusnya.

"Karena dia kan menang kerjaannya sama seperti saya sebagai pekerja seni," kata Mbah Gambreng.

Saat itu, dirinya hanya menganggap Ardi sebagai anak angkat.

"Bahkan telah saya anggap seperti anak sendiri tanpa adanya perasaan," tutur dia.

Lama-kelamaan mereka saling tertarik dan jatuh cinta. Puncaknya, Ardi menyatakan cinta pada Mbah Gambreng usai diledek.

"Pertamakan saya sering mengejeknya kamu itu sudah dewasa sudah waktunya cari pasangan dan menikah, tetapi justru dia menyatakan cinta kepada saya," pada dia.

Melihat keseriusan Ardi dan lantaran cinta telah tumbuh di hati keduanya, hubungan itu pun berlanjut ke pernikahan.


Kepala Desa Bumiharjo Wahyudi membenarkan kabar pernikahan nenek 65 tahun dengan pemuda 24 tahun di wilayahnya.

Ia mengaku, awalnya terkejut dan tak percaya mendengar kabar itu. Pernikahan siri itu, dilangsungkan di Desa Bumiharjo dengan maskawin sebesar Rp 100.000.00,-

Namun setelah mendatangi keduanya. Wahyudi, mengusulkan agar pernikahan mereka dicatatkan secara resmi.

"Iya benar, Pak, ada warga saya yang bernama Mbah Gamreng yang sudah berusia 65 tahun menikah dengan pemuda dari desa tetangga, Desa Cahaya Makmur, bernama Ardi Waras. Karena menikahnya secara siri, maka saya usulkan agar dicatatkan secara resmi dan akan saya bantu mengurusnya," kata Wahyudi.
Previous Post
Next Post