Apakah Youtube Kalah Bersaing Dengan Tiktok Yang Telah Banyak Dihujani Kritikkan? Dikabarkan Tiktok Lebih Unggul
KORANBIBIR - Apa yang terjadi dengan YouTube? Apakah telah kalah bersaing dengan Tiktok yang dimana pernah dikritik hingga dihapus dari platform Indonesia dan kini kembali muncul kembali. Dilaporkan dari .....
Sensor Tower telah membuat rincian bagaimana status dari Youtube dan Tiktok itu, dilihat dari segi kinerja unduhan Tiktok (Aplikasi pembuatan video pendek) ini, yang dimana buatan perusahaan China adalah aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia (non-game) pada Mei 2020.
Sedang untuk Mei 2019, aplikasi ini memiliki sekitar 111,9 juta unduhan. Ini lebih dari dua kali jumlah pemasangan yang didapat pada Mei 2019.
Hari ini, Sensor Tower kembali merilis penilaian keuangan Tiktok. Menurut perusahaan, Tiktok menarik lebih dari 95,7 juta di App Store global dan Google Play. Nilai ini lebih dari 10 kali lipat dari Mei tahun lalu. Di antara mereka, sekitar 89% dari pendapatan berasal dari pasar China.
Menariknya, pasar AS menempati urutan kedua, memberikan kontribusi 6,2% dari pendapatan. Di posisi ketiga adalah pasar Turki yang naik 1,2%.
Tiktok menarik lebih banyak uang daripada pemain kelas berat seperti YouTube yang berada di posisi kedua dengan pendapatan USD 78,4juta. Untuk Youtube, angka ini naik 77,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pengguna Amerika menyumbang 55,7% dari pendapatan Youtube, diikuti oleh pengguna Jepang, terhitung 11,8%.
Menurut statistik, negara dengan aplikasi Tiktok paling banyak diinstal pada bulan Mei adalah India. Dari 111,9 juta unduhan, India menyumbang lebih dari 20% dari total unduhan. Meskipun ada beberapa peringatan dari pejabat tinggi AS, Amerika Serikat masih menyumbang 9,3% dari total undahan Tiktok.
Dari perspektif sistem ponsel, Tikok menempati urutan pertama dalam undahan Android pada bulan Mei. Namun untuk sistem iOS, aplikasi menempati urutan kedua, di belakang perangkat lunak rapat Online, Zoom.
Pada bulan Mei tahun ini, banyak pengguna Tiktok mulai mengubah gambar profil mereka menjadi simbol kekuatan hitam. Ini sebagai protes atas sikap platform yang tidak adil dalam menyensor kreator dari kulit hitam. Ada laporan bahwa pengguna Tiktok akan berhenti mengikuti pengguna lain yang tidak mendukung gerakan ini.
"Kami sangat bersyukur bisa bertanggung jawab. Kami tahu dibutuhkan upaya untuk mencapai tempat kepercayaan, tetapi kami berkomitmen untuk melakukan bagian kami karena kami akan terus mengmebangkan cara utnuk mengakomodasi semua orang," kata Tiktok merespons protes penggunanya.
Sebelumnya Tiktok juga mentyensor pengguna yang memiliki "kekurangan" fisik, seperti disabilitas. Alasanya, mereka dalah pihak yang rentan terhadap serangan siber bully.



