Rabu, 17 Juni 2020

Di Tanah Jawa Terdapat Peninggalan Harta Karun Di Zaman Hindu-Buddha, Berburu Harta!

Di Tanah Jawa Terdapat Peninggalan Harta Karun Di Zaman Hindu-Buddha, Berburu Harta!

KORANBIBIR - Terdapat peninggal sejarah berupa harta benda dari kerajaan Hindu-Buddha di lokasi Jawa. Dilokasi ini adalah pusat kerjaan tersebut, dan biasanya ditemukan banyak sekali peninggalan seperti candi, benda-benda zaman dahulu, dan ....

Menurut Bambang Supriyanyo (38) salah seroagn pemerhati sejarah, bagian Blora Selatan yang berada di wilayah Kecamatan Kradenan, Randublatung, dan Jati dulunya merupakan bekas hunian kuno.

Di lokasi itu diyakini masih tersimpan harga karun yang berisi benda-benda peninggalan dari zaman Hindu-Buddha.

"Di ladang milik warga Kutukan, dahulu banyak ditemukan bata-bata kuno berserakan di mana-mana," kata Bambang dikutip dari Liputan6 pada Senin (15/6). Oleh karena itu tak heran apabila banyak warga sekitar yang berburu benda-benda tua di sana.

Bekas Kuburan Kuno


Menurut Bambang, di wilayah itu sebenarnya terdapat bekas kuburan kuno yang kondisinya sudah rata dengan tanah. Lokasi bekas kuburan kuno itu banyak didatangi orang baik dari dalam maupun luar Blora. Mereka umumnya bermaksud untuk berburu benda purbakala, perhiasa emas, hingga harta karun.

"Sering warga mendapati benda-benda bersejarah era Hindu-Buddha seperti pedang taplek di kuburan kuno itu. Bahkan bilan beruntung, mereka juga mendapatkan emas dari kedalaman tanah kuburan kuno itu." kata Bambang.

Berpatokan Pada Gerabah Kuno


Supandi Surodijoyo, seorang tokoh masyarakat Blora Selatan, mengungkapkan, biasanya para penggali harta kurun dan benda-benda kuno itu memperkirakan lokasi kuburan kuno berpatokan pada serpihan gerabah kuno di atas tanah.

Selain itu dia juga mengungkapkan benda-benda yang diperoleh para penggali itu tidak sama antara satu dengan yang lainnya.

"Dulu setiap mengubur mayat mesti dibekali semacam perhiasan. Kalau mayatnya bangsawan, ya bekal kuburnya rata-rata emas. Kalau mayatnya masyarakat biasa ya tidak ada emasnya," terang Supardi.

Proses Mencari Harta Karun


Sementara itu Bambang mengatakan benda peninggalan tersebut biasanya diperoleh pada kedalaman tujuh meter. Ia menceritakan, utnuk mendapatkan benda itu, hanya perlu peralatan sederhana seperti cangkul gancu, linggis, dan besi buatan atau codos dengan panjang menyesuaikan kebutuhan.

"Codos berfungsi untuk menusuk kedalaman tanah kubur kuno. Jika pas menusuk terasa menyenggol sesuatu, baru peralatan lain digunakan untuk menggali," jelas Bambang.

Bambang mengaku sering melakukan penjelajahan ke lokasi penggalian harta karun itu. Dia biasanya melakukan penjelajahan sendiri namun terkadang bersama rombongan berjumlah enam atau sembilan orang.

Dia mengungkapkan, akhir-akhir ini para pemburu harta karun tidak lagi menggunakan alat codos dalam menemukan benda. Beberapa dari mereka mulai menggunakan metal detector.

"Sudah ada 60-an unit metal detector yang mereka punya. Mereka katanya beli lewat online shop mulai harga 4 jutaan hingga belasan juta. Penggunaan metal detector membuat pencarian logam menjadi lebih ringan," kata Bambang.

Harta Karun Yang Diperoleh


Bambang mengatakan bila beruntung, para pemburu itu akan mendapatkan perhiasan seperti anting, gelang, cincin, hingga pernak pernik lainnya. Perhiasan itu dulunya digunakan di telinga, hidung, kemaluan, di lengan dan kaki.

Menurut Supardi, tak jarang pula mereka mendaptakan perhiasan berbahan tembaga atau perak. Namun pada umumnya, mereka menemukan benda seperti senjata masa lampau yang warga sekitar menyebutnya dengan nama "pedang taplek".
Previous Post
Next Post