Selasa, 20 Juli 2021

Gimana Jadinya Jika Seorang Pria Masuk Di Sebuah Desa Yang Dihuni Wanita Semua?

Gimana Jadinya Jika Seorang Pria Masuk Di Sebuah Desa Yang Dihuni Wanita Semua?

KORANBIBIR Sebuah desa dibayangkan kita adalah sebuah tempat yang sejuk, penuh dengan cand atawa, udara yang segar, dan kehidupan orang disana penuh keakraban. Mungkin itulah gambaran sebagaian besar orang-orang terhadap sebuah desa.

Di dunia ini terdapat bermacam macam desa yang unik dan akan terasa aneh jika kita mengetahui bahwa ternyata di desa tersebut tidak ada laki-laki yang hidup disana.

Desa Tanpa Pria Noiva do Cordeiro Brazil

Memiliki bukit-bukit yang terhampar dengan cantiknya, pepohonan yang tinggi serta desiran angin yang sejuk membuat masyarakat tak ingin pergi dari kota yang satu ini.

Secara kasatmata, kota ini memang terlihat seperti desa biasa. Namun siapa yang menyangka bahwa kota cantik ini ternyata hanya dihuni oleh wanita saja. Noiva do Cordeiro dihuni oleh kurang lebih 600 orang wanita yang berusia antara 20 hingga 35 tahun. Para pria tentu saja ingin mengunjungi kota ini. Namun tak semudah itu, peraturan ketat pun mereka buat agar para pria tak dapat dnegan mudahnya berkunjung.

Sebenarnya, beberapa di antara mereka sudah berkeluarga. Mereka datang ke kota ini hanya untuk bekerja sementara para suami dapat melepaskan rasa kangen hanya di akhir pekan saja. "Kota ini sangat terorganisir sangat baik. 

Para wanita mampu bekerja dengan sangat baik sehingga kota kami selalu terlihat sejuk dan aman walaupun Anda harus berjalan di malam hari. Dapat dikatakan, para wanita jauh lebih bertanggung jawab dibandingkan kaum pria," ujar Rosalee Fernandes (49) salah seorang penduduk di Noiva do Cordeiro. 

Para wanita pun saling bahu membahu satu sama lain. Jika terjadi perselisihan, mereka dapat mengatasinya dengan baik. Hidup dengan rukun sangat terlihat dari masyarakat Noiva do Cordeiro.

Kota unik ini mulai didirikan pada akhir abad 19 oleh seorang wanita bernama Maria Senhorinha de Lima. Saat itu, Maria dipaksa menikah oleh orangtuanya dengan seorang pria. Karena dikucilkan akibat dicap sebagai penzina, akhirnya pada tahun 1891 ia pergi ke suatu daerah. 

Kota yang akhirnya ia beri nama Noiva do Cordeiro ini menjadi tempat tinggal Maria bersama dengan para wanita lajang yang ia rangkul untuk hidup bersamanya. Suatu ketika, ada seorang pria yang menikah dengan salah satu masyarakat Noiva do Cordeiro. 

Pria tersebut selalu mengatur apa yang harus dilakukan oleh istrinya. Ketika pria itu meninggal, para perempuan di Noiva do Cordeiro memutuskan bahwa mereka tak lagi harus menuruti semua perintah dari pria karena mereka dapat hidup dan membangun kota tanpa bantuan pria.
Previous Post
Next Post