Banyaknya Jenis Beras, Mari Ketahuai Manfaat Kandungan Dari Masing-masing Warna Beras
KORANBIBIR - Beras makanan pokok sehari-hari yang masyarakat Indonesia olah menjadi nasi. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas makanan di rumah, tahukah kamu bahwa beras terdiri dari beberapa jenis.
Bukan hanya berwarna putih, beras punya tiga warna lain dengan manfaat yang berbeda. Setiap jenis dan kandungannya pun memiliki manfaatnya tersendiri bagi kesehatan tubuh.
Contohnya beras putih. Jenis ini memang memiliki kandungan gizi lebih rendah. Namun, kandungan zat besi, vitamin E, dan kalsiumnya berguna bagi sistem pencernaan.
1. Beras Hitam

Beras ini berasal dari tanaman padi hitam. Di Tiongkok, beras hitam berfungsi sebagai obat dan bahan pangan masyarakat.
Sebab, jenis beras ini dinilai mempunyai flavonoid lima kali lipat lebih besar sehingga mampu mencegah pengerasan pembuluh nadi.
Bukan hanya itu saja, beras hitam kaya akan antioksidan yang berperan penting dalam perlindungan sel tubuh akibat radikal bebas. Sifat anti kankernnya juga cukup untuk menurunkan risiko kanker tertentu.
Karena warnanya sangat hitam, ketika mom masak Ia akan berubah warna menjadi keunguan. Ini wajar terjadi, sehingga, mom nggak perlu khawatir beras terkontaminasi cairan atau bubuk berbahaya..
2. Beras Merah

Jenis beras satu ini setidaknya pernah mom dengar atau lihat kan rupanya? Beras merah kerap kali dijadikan bahan makanan untuk menurunkan berat badan. Hal itu tentunya bukan tanpa alasan.
Kandunngan protein dan serat dalam beras merah lebih banyak dari beras putih. Terlebih lagi, antioksidannya mampu mengurangi peradangan pada tubuh dan kondisi kronis seperti jantung.
Meski begitu, banyak orang mengaku dalam memasak beras merah risikonya besar. Karena, jika air untuk menanak kurang, maka nasi akan menjadi keras. Kelebihan air pun membuat nasi berubah seperti bubur.
3. Beras Cokelat

Selain beras merah, jenis lain dengan warna cokelat juga populer sebagai bahan makanan penurun diet lho.
Hal ini dikarenakan beras cokelat mempunyai protein dan serat tinggi daripada beras putih. Jadi, rasa kenyang pun dapat bertahan lebih lama.
Selain itu, beras cokelat punya lapisan kulit yang mengandung flavonoid dan luteolin yang berperan mencegah beberapa penyakit berisiko
Bagi pengidap diabetes, mengonsumsi beras cokelat ampuh menurunkan kadar gula dalam tubuh. Inilah yang jadi alasan jenis beras ini baik untuk orang dengan gula darah tinggi.
4. Beras Liar

Masuk dalam empat spesies padi dari genus zizania, beras liar atau wild rice cocok jadi pendamping saat mengonsumsi sup jamur atau tumisan. Sebab, rasanya akan bercampur hingga tercipta cita rasa unik dan menarik.
Beras liar mempunyai serat tiga kali lebih besar daripada beras putih. Terlebih lagi, antioksidannya dapat mengurangi kadar kolesterol, stres oksidatif dan resistensi insulin.
5. Beras Ketan

Jenis beras ini ketika masak akan menjadi lengket. Oleh karena itu, sering kali masyarakat Indonesia menggunakan alat giling untuk mengolahnya.
Apabila mom merasa nyeri pada tulang, cobalah untuk mengonsumsi beras ketan terlebih dahulu.
Karena, zat mineral dalam beras ketan mampu membantu menjaga kepadatan tulang. Sehingga, terjadinya pengeroposan tulang dapat dicegah. Namun, jika sakit itu terus terjadi hingga berkepanjangan, segera periksa ke dokter.



