Minggu, 13 Juni 2021

Kaya Mendadak Gegara Lotre Tidak Sebahagia Yang Dibayangkan Banyak Orang, Banyaknya Kasus?

Kaya Mendadak Gegara Lotre Tidak Sebahagia Yang Dibayangkan Banyak Orang, Banyaknya Kasus?

KORANBIBIRSemua orang pasti akan senang jika memenangkan undian lotre dengan nominal hadiah yang besar. Terlebih lagi hadiah tersebut dihasilkan tanpa perlu mengeluarkan usaha yang berarti. 

Karena itu orang yang memenangkan lotre sering kali di anggap sebagai orang yang beruntung. Padahal nyatanya lotre tak hanya menghasilkan uang dan keuntungan, namun juga beberapa dampak buruk bagi pemenangnya. 

Sering kali seorang yang memenangkan lotre justru mendapat beragam masalah karena banyaknya uang yang mereka dapatkan. Mulai dari berubahnya gaya hidup dan perangai seseorang hingga banyaknya orang yang merasa iri dengan banyaknya uang yang dia miliki. 

Karena itu kadang hidup seseorang kadang justru hancur setelah memenangkan lotre. Bagi orang-orang "beruntung" ini lotre yang mereka menangkan justru malahan menjadi seperti kutukan yang menuntun mereka kepada takdir yang mengerikan. Beberapa kisah dari orang-orang yang terkena kutukan lotre inilah yang kali ini.

* Di Rampok dan Di Bunuh Sepupu Sendiri


Arturo dan Leticia Eufemia merupakan sepasang suami-istri asal Filipina yang memenangkan hadiah lotre sebesar 19.6 juta Peso atau sekitar $ 390.000, pada tahun 2002 yang lalu. Pasangan ini kemudian memasukan sebagian uang hasil hadiah tersebut ke bank dan menyimpan sekitar 5 juta Peso lainya dalam bentuk cash di rumah. Mereka juga sepakat untuk merahasiakan kemenangan lotre ini dari orang-orang disekitarnya agar tak menimbulkan masalah. Namun sayangnya sang suami Arturo gagal menahan hasratnya untuk membelanjakan uang hadiah lotre mereka dan mulai sering mengadakan pesta minum-minum di sepanjangan malam. Hal ini lama kelamaan membuat istrinya Leticia menjadi tak nyaman dan memilih untuk pergi dari rumah bersama anak-anaknya ke rumah kerabatnya. Sementara ity Arturo maish terus mengadakan pesta gila-gilaan di rumahnya hampir tiap malam.

Sampai akhirnya di suatu malam saat tamu-tamu pesta Arturo telah meninggalkan rumah dan ia tinggal sendirian. Sekelompok perampok datang ke rumahnya dan mengancam Arturo untuk menyerahkan semua aunag yang dia miliki. Mendapat ancaman ini, Arturo yang kala itu masih dalam pengaruh alkohol justru melawan dan berhasil menembak salah satu anggota perampok itu. Mendapati perlawanan Arturo ini, kelompok perampok tersebut langsung menembaki Arturo dengan membabi buta hingga pria ini tewas seketika.

setelah membunuh Arturo mereka langsung menggeledah seluruh rumah dan mengambil semua uang yang ada beserta sebuah mobil baru milik Arturo sebelum akhirnya kabur sebelum Polisi datang. Polisi yang memeriksa kasus ini awalnya kesulitan melacak para perampok karena kurangnya saksi, sampai akhirnya mereka berhasil menemukan mobil milik Arturo tengah terparkir di depan sebuah rumah yang belakangan diketahui sebagai rumah milik salah satu komplotan perampok. Dari sinilah kemudian fakta tentang kasus perampokan Artoro terungkap. Setelah semua anggota komplotan ini yang berjumlah tak kurang dari 10 orang tertangkap, ternyata salah satunya merupakan sepupu Arturo sendiri yang bernama Mayorico Guatno. Tak hanya menjadi bagian dari kelompok perampok Mayorico, ternyata juga dalah dalang yang merencanakan perampokan terhadap Arturo. Mayorico mengaku dirinya kesal lantaran Arturo menolak untuk meminjamkanya 400 ribu Peso, jadi ia memutuskan untuk merampok sepupunya tersebut.

* Akhir Kehidupan yang Tragis


Kehidupan Abraham Shakespeare, sebenarnya sudah berjalan dengan baik, sebelum akhirnya ia memenangkan lotre dengan hadiah yang amat fantastis mencapai 30 juta dollar. Memdapatkan uang dalam nominal yang besar juga sebenarnya tak mengubah kepribadian Abraham yang memang pada dasarnya baik. Ia juga tak membelanjakan uang hadiah miliknya untuk berfoya-foya melainkan justru menggunakanya untuk membantu banyak orang. Tapi justru kebaikan inilah yang justru membawa Abraham, ke akhir hidup yang tragis. Mendengar kebaikan Abraham yang sering membantu orang, lama-kelamaan banyak orang yang mendatangi Abraham, untuk meminta uang dengan berbagai macam alasan.

Abraham yang tak bisa menolak permintaan orang-orang ini kemudian mulai menemui masalah saat uang yang ia miliki berkurang dengan sangat cepat. Saat itulah ia kemudian bertemu seorang wanita bernama Dorice Moore, yang kemudian menawari Abraham bantuan untuk mengelola keuanganya. Abraham yang tak tahu apa-apa kemudian menerima Dorice sebagai akuntanya, namun sayang niatan Dorice sebenarnya bukan untuk membantu Abraham melainkan untuk menipu pria malang ini. Baru sebentar bekerja untuk Abraham, Dorice sudah menghabiskan 1 juta dollar lebih untuk membeli mobil mewah dan juga biaya liburanya. 

Tak hanya sampai disitu merasa dapat mangsa empuk, Dorice kemudian bahkan berencana untuk menguasai seluruh harta Abraham. Dia kemudian membunuh Abraham dengan dua tembakan ke dada dan kemudian menguburkan mayat pria malang ini di sebuah lapangan. Setelah membunuh Abraham, Dorice kemudian mengatakan pada teman dan keluarga Abraham bahwa Abraham sedang pergi ke luar kota. Demi meyakinkan keluarga Abraham, Dorice bahkan juga menyewa seseorang yang suaranya mirip dengan Abraham dan secara rutin mengirim surat, menelpon ibunya dan bahkan mengirimkan hadiah untuk anak Abraham. 

Aksi Dorice ini sempat berjalan mulus selama 4 bulan, sebelum akhirnya Ibu Abraham merasa curiga dengan keadaan putranya dan melapor pada polisi. Dari sinilah kemudian diketahui kalau Abraham sebenarnya telah dibunuh. Tak lama kemudian Dorice akhirnya ditangkap dan diadili atas dakwaan pembunuhan berencana sebelum akhirnya dijatuhi hukuman seumur hidup.

* Bercerai dan Dibunuh


Jeffrey Dampier dan istrinya pada tahun 1996 yang lalu memenangkan lotre senilai 20 juta dollar. Namun bukanya menikmati hadiah besar yang baru mereka terima, tak lama kemudian keduanya justru bercerai dan membagi uang hadiah itu sama rata. Tak lama kemudian Jeffrey, bertemu dengan seorang wanita bernama Crystal Jackson dan mulai menjalin hubungan yang serius.

pasangan ini bahkan pindah ke Florida dan membawa serta dua adik Crystal untuk tinggal bersama mereka. Disinilah malapetaka kemudian terjadi, karena pacar dari salah seorang adik Crystal yang bernama Victoria yaitu Nathaniel, mulai sering meminta uang pada Jeffrey dengan berbagai alasan. Jeffrey yang kala itu memang tengah banyak uang tak bisa menolak permintaan pacara adiknya iparnya dan bahkan secara rutin memberi uang bulanan untuk keduanya.

Sayangnya kebaikan Jeffrey ini ternyata bagi Victoria dan Nathaniel belumlah cukup, mereka bahkan ingin menguasai harta Jeffrei seutuhnya. Karena itu mereka kemudian mulai merencanakan penculikan terhadap Jeffrey dan ingin memaksa kakak ipar mereka tersebut untuk menyerahkan semua hartanya. 

Sayangnya usaha keduanya gagal karena Jefrey terus menolak, merasa kesal Nathaniel kemudian mulai memukuli kepala Jeffrei berulang kali dengan gagang pistol, sebelum akhirnya memaksa pacarnya Victoria untuk membunuh Jeffrey. Setelah membunuh Jeffrey keduanya sempat lari dengan berbekal beberapa ribu dollar yang mereka temukan di dompet Jeffrey. Namun pelarian Boni and Clyde wanabe ini tak berlangsung lama karena kedunaya kemudan di tangkap dan akhirnya harus mendekap di penjara selama sisa umur mereka akibat hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan banding.
Previous Post
Next Post