Apakah Mencari Pekerjaan Di Luar Negeri Berbeda Di Indonesia? Adakah Kekuatan Orang Dalam Baru Bisa Diterima
KORANBIBIR - Apakah di luar negeri juga ada "kekuatan orang dalam" saat mencari kerja seperti di Indonesia? Dijawab di Quora Indonesia oleh Anton Jeconiah :
Ini ni yang biasanya keluar konteks.
Di negara maju, misal US justru "orang dalam" ini yang penting. Malah resmi, istilahnya rekomendasi atau referensi. Makanya di CV atau resume biasanya ada kolom referensi, yaitu orang yang bisa "menjamin" atau dikonfirmasi bahwa si pelamar benar-benar sesuai dengan apa yang dia tulis di CV.
Bayangkan begini :
Sudah membayangkan? Belum kan? Wong saya belum bilang apa-apa ...
Okay, bayangkan kamu mau buka usaha pom bensin (sesuatu yang muluk bagi Anda, I know, just for the sake of the context, ok?). Untuk punya pom bensin itu Anda mengeluarkan uang milyaran dari hasil menggadaikan jiwa Anda pada iblis. Uangnya buat beli tanah, buat bangunan, tangki, pompa, bayar ijin ini itu, dan sebagainya.
Kebayanglah modal Anda berapa
Di bisnis pom bensin, yang mesti Anda lakukan satu, memastikan pombensin Anda aman tidak terbakar. Kalau terbakar, habislah modal Anda. Iblis menyiksa Anda di neraka tanpa Anda dapat apa-apa.
Salah satu cara memastikan pom bensin Anda aman adalah Anda harus yakin bahwa karyawan Anda tidak akan sengaja membakar pom bensin. Karena bisa jadi ada seorang karyawan yang "diselundupkan" oleh saingan Anda untuk membakar pom bensin Anda, atau ada karyawan yang dendam terhadap Anda karena pernah Anda ghosting.
Bagaimana cara memastikan karyawan Anda "bersih"?
Paling gampang ya rekomendasi. Dengan rekomendasi dari orang yang terpercaya, anda akan tidur tenang karena yakin pom bensin Anda diurusin oleh karyawan Anda dengan baik.
Itu baru bisnis pom bensin Anda. Belum pengeboran minyak, pabrik mobil, pabrik sirup, atau airline Anda. Coba kalau ternyata ada jihadist di jajaran karyawan airline Anda. Bisa-bisa pesawat yang masih kredit pada berjatuhan satu-satu. Atau ada industrial spy di pabrik mobil Anda, rancangan mobil Anda bisa lenyap. Atau orang yang Anda ghosting tiba-tiba memasukkan sianida di pabrik sirup anda. Anda akan berurusan dengan pidana karena pembunuhan sirup sianida massal. Repot lah pokoknya.
Apalagi kalau Anda buka pabrik di Vietnam. Jangankan bahasa Vietnam, tulisannya aja nggak ngerti. Orang dan namanya bagi Anda keliatan sama semua. Tambah bingung Anda bedain kawan sama lawan.
Supaya tidak repot bagaimana? Rekomendasi "orang dalam" yang terpercaya dong… ya nggak?
Pointnya, ada banyak industri yang sensitive terhadap trust. Disini rekomendasi menjadi big deal.
Sayangnya, di Indonesia maupun di negara bollock lainnya, rekomendasi larinya ke nepotisme atau kekeluargaan. Artinya, di negara ini, yang bisa dipercaya cuman keluarganya, atau at least sukunya. Anda boleh membantah hal tersebut, tapi fact of lifenya yaaa gitu deh. Keluarga pun kalau berbeda ideologi politik, misal 01 dan 02, ngeri-ngeri sedap juga. Tidak ada garansi bahwa anggota keluarga Anda bisa lebih mementingkan bisnis Anda daripada politik kalau setiap hari yang diposting di fesbuknya ajakan memerangi kafir sama preparation of death. Beda prioritas hidup, susah.
Masalahnya sekarang, bagaimana nasib pelamar yang tidak punya orang dalam? Tidak punya rekomendasi?
Thats another story, nggak ada di pertanyaan.




