Pengamantan Tentang Proses Dan Penyebab Terjadinya Hujan Meteor
KORANBIBIR - Memandang dan melakukan pengamatan terhadap hujan meteor bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi sebagian masyarakat. Namun apa yang sebenarnya menyebabkan hujan meteor itu terjadi dan bagaimana proses terjadinya tidak banyak diketahui oleh masyarakat.
Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksan Nasional (Lapan), Andi Pangerang menjelaskan bahwa meteor adalah sebutan yang kita gunakan untuk menyebut sesuatu hal yang jatuh dari luar angkasa.
Sementara, menurut definisnya meteor dapat dinyatakan sebagai penampakan jalur jatuhnya serpihan benda luar angkasa- yang dinamakan meteorid- ke atmosfer bumi.
Hujan meteor adalah meteor yang jatuh dan melewati permukaan bumi dalam jumlah yang banyak, sehingga dari permukaan bumi akan dilihat oleh manusia seolah seperti hujan yang turun.
Penyebab Hujan Meteor
Andi mengatakan hujan meteor yang termasuk fenomena alam yang langka dan mempesona ini dapat disebabkan beberapa hal berikut.
- Bertemunya Lintasan Orbit Komet-Bumi
Beretemunya lintasan atau orbit komet dengan orbit bumi, menjadi menyebab utama hujan meteor terjadi. Dikatakan Andi, pertemuan antara kedua obit ini dapat terjadi karena keduanya yang berbentuk elips dan memungkinkan adanya pertemuan waktu antara orbit bumi dan komet saat melintas dekat bumi - Komet Melontarkan Gas dan Debu
Penyebab kedua hujan meteor terjadi adalah kondii saat komet melewati bagian dalam tata surya, cahaya dan panas dari Matahari. Pada saat ini, ternyata meyebabkan komet itu sendiri permukaannya melontarkan gas dan debu - Komet Melintas Dekat Bumi
Pada saat komet melintas dekat bumi, ternyata muncul sebuah energi yang dapat menimbulkan tekanan. "Selain itu, ketika komet melintas dapat menyebabkan jumlah meteor yang masuk ke dalam bumi meningkat dratis," jelas Andi.
Proses Terjadinya Hujan Meteor
Hujan meteor juga dapat terjadi setelah melalui beberapa proses sebagai berikut :
- Ketika bumi melewati puing-puing Komet
Pada proses yang pertama disebutkan bahwa hujan meteor bisa terjadi ketika Bumi melewati puing-puing dari komet. Dalam pergerakan revolusi Bumi yaitu mengelilingi Matahari, Bumi mempunyai sebuah jalur yang disebut dengan orbit. Suatu saat, kata dia, Bumi yang berada di orbitnya melewati puing-puing yang tersisa dari komet yang telah mengalami kehancuran. "Dan dari sinilah proses hujan meteor bisa terjadi," ujarnya. - Orbit Bumi Bersinggunggan dengan Orbit Komet
Komet pun sebenarnya mempunyai orbitnya atau jalurnya sendiri,. Untuk diketahui, orbit komet cenderung berbentuk lonjong daripada orbit bumi. - Komet Terlihat Punya Ekor
Tidak jarang, pada saat ketampakan komet terlihat dari bumi, seolah komet mempunyai ekor dan seperti hujan ketika berjumlah banyak. - Puncak Hujan Meteor
Saat puing-puing dari inti komet yang hancur ketika melintasi orbit bumi akan terlihat seperti hujan. Andi menyebutkan, pada proses inilah yang terjadinya puncak dari hujan meteor itu. Jadi, inti komet yang melintasi Matahari dan bergerak cepat diikuti oleh serpihan berbatu yang didominasi oleh partikel berukuran seperti pasir.



