Ternyata Karaoke Venesia BSD Masih Beroperasi Dan Terdapat Mucinkari, Beberapa Orang Masih Menjadi Saksi
KORANBIBIR - Bareskrim Polri hingga kini belum menetapkan status tersangka atas penggerebekan di tempat karaoke eksekutif Venesia BSD di Serpong Sub Districy, Tangerang Selatan, Banteng, Rabu (19/8) malam. Sebab, penyidik hingga kini masih memeriksa saksi-saksi.
"Sejauh ini kami masih mendalami para saksi-saksi yang kita amankan di lokasi. Ini kan belum 1x24 jam ya. Dan kita cukup banyak saksi yang diperiksa," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Dicky Patria Negara. Di Jakarta, Kamis (20/8).
Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan sebanyak 53 orang. 47 di antaranya merupakan pemandu lagu, 6 lainnya pengurus tempat karaoke.
"Tadi malam kita amankan lebih kurang 53 orang 47 dari pemandu lagu dan 6 orang pengurusnya," katanya.
Menurut Dicky, polisi bergerak berdasarkan laporan. Selain itu, polisi pun menindaklanjuti apa yang telah diperintahkan oleh Predisen Joko Widodo dalam memerangi Virus Corona atau Covid-19.
BACA JUGA :
Terlihat Dari Depan Gelap! Karaoke Executive Venesia BSD Digerebek Polisi, Muncikari Tertangkap
"Tindakan tersebut diambil karena ada info tempat hiburan yang buka saat PSBB. Tentunya mereka tidak meiliki send of crisis tentunya. Ini perintah Presiden dan ada perda masih PSBB.
Ketika kita tindak memang ada dugaan adanya porstitusi atau perdagangan orang. Tapi masih kita dalami. Karena saat kita tidak sedang tidak dalam hubungan. Sejauh ini semua cukup umur. Barang bukti yang diamankan berupakn kupon, adanya uang, ada peralatan wanita maupun seperti kondom," bebernya.
Saat penerapan PSBB, aktivitas tempat tersebut terlihat seperti tak beroperasi. Namun, hal ini justru dimanfaatkan pemilik untuk menipu petugas.
"Berdasarkan penyelidikan mulai bulan Juli beroperasi. Tetapi bisa dikatakan tidak terang-terangan karena mengcover lampu depan mati semua. Terkesan tutup, tapi ada aktivitas. Kita lihat nanti hasil pemeriksaannya. Pasti kita terus lakukan kegiatan. Kita harus hargai kebijakan pemerintah," pungkasnya.



